Fajar datang perlahan di tepi pantai ini.
Tanpa gaduh. Tanpa tergesa.
Hanya cahaya lembut yang menyentuh air
seperti sapaan pertama pada hari yang baru.
Perahu-perahu masih diam,
seolah sedang mengumpulkan niat
sebelum kembali berlayar.
Seperti manusia
yang belajar bernapas dulu
sebelum memulai lagi.
Langit belum biru sempurna.
Awan masih menggantungkan sisa mimpi malam.
Tapi di sela-selanya,
harapan mulai menyelinap.
Pasir masih dingin.
Udara masih jujur.
Belum tercampur ambisi,
belum dipenuhi tuntutan.
Deretan pohon kecil berdiri tenang,
mengajarkan bahwa tumbuh
tak perlu ribut.
Cukup setia pada proses.
Di pagi seperti ini,
aku tidak menyusun rencana besar.
Aku hanya berkata dalam hati:
“Hari ini,
aku hadir sepenuhnya.”
Dan itu sudah cukup
untuk memulai segalanya.